Minggu, 25 November 2012

makalah


MAKALAH
BUFFET/PRASMANAN


DISUSUN OLEH:
1.      SITI ASNI
2.      SURIYATI

KELAS : XII BAHASA









PEMERINTAH KABUPATEN LOMBOK TENGAH
DINAS PEMUDA DAN OLAHRAGA
SMAN 1 BATUKLIANG



KATA PENGANTAR
Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha Panyayang, penulis  panjatkan puja dan puji syukur atas kehadirat-Nya, yang telah melimpahkan rahmat, hidayah, dan inayah-Nya kepada penulis, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah tentang Buffet/prasmanan.
Adapun makalah tentang Buffet/prasmanan. ini telah kami usahakan semaksimal mungkin dan tentunya dengan bantuan berbagai pihak, sehingga dapat memperlancar pembuatan makalah ini. Untuk itu kami tidak lupa menyampaikan bayak terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu penulis  dalam pembuatan makalah ini.
Namun tidak lepas dari semua itu, penulis  menyadar sepenuhnya bahwa ada kekurangan baik dari segi penyusun bahasanya maupun segi lainnya. Oleh karena itu dengan lapang dada dan tangan terbuka penulis  membuka selebar-lebarnya bagi pembaca yang ingin member saran dan kritik kepada kami sehingga kami dapat memperbaiki makalah tentang Buffet/prasmanan.
Akhirnya penyusun mengharapkan semoga dari makalah makalah tentang Buffet/prasmanan ini dapat diambil hikmah dan manfaatnya sehingga dapat memberikan inpirasi terhadap pembaca.

Penulis
DAFTAR ISI
Cover ................................................................................................................................ i
Kata Pengantar .................................................................................................................  ii
Daftar Isi ..........................................................................................................................  iii
BAB I PENDAHULUAN .............................................................................................. 1
A.    Latar Belakang ..................................................................................................... 1
B.     Rumusan Masalah ................................................................................................ 1
BAB II PEMBAHASAN ................................................................................................ 2
A.    Pengertian Prasmanan/Buffet ............................................................................... 2
B.     Menyiapkan Tempat Dan Peralatan Buffet .......................................................... 3
C.     Bentuk Penataan Buffet ....................................................................................... 5
D.    Menyiapkan dan Menata Makanan ...................................................................... 5
E.     Keuntungan Buffet .............................................................................................. 7
F.      Ditinjau dari Sisi Restaurant ................................................................................ 7
G.    Bentuk-bentuk Meja Buffet ................................................................................. 8
BAB III PENUTUP ........................................................................................................ 9
Daftar Pustaka .................................................................................................................. 10


BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar belakang
Salah satu bentuk buffet adalah memiliki sebuah meja penuh dengan piring berisi makanan porsi tetap; pelanggan pilih piring berisi makanan apa yang mereka inginkan saat mereka berjalan bersama. Formulir ini paling sering terlihat di cafe taria. Sebuah variasi terjadi di sebuah rumah Dim sum, di mana para pengunjung membuat pilihan mereka dari troli beroda berisi piring makanan yang bersirkulasi melalui restoran. Lain turunan dari jenis buffet terjadi di mana pelanggan memilih makanan dari buffet gaya layout dan kemudian membayar berdasarkan apa yang dipilih.
            Bentuk lain, yang dikenal sebagai all-you-can-eat, lebih bebas-form: pelanggan membayar biaya tetap dan kemudian dapat membantu diri mereka untuk makanan sebanyak yang mereka ingin makan di makanan tunggal. Bentuk ini sering ditemukan di
restaurant, terutama di hotel. Suatu bentuk buffet tradisional di Swedia adalah hamparan, yang secara harfiah berarti meja sandwich.

B.     Rumusan masalah
1.      Apa yang dimaksud dengan buffet?
2.      Bagaimana menyiapak buffet?
3.      Apa keuntungan buffet?


BAB II
PEMBAHASAN

A.    Pengertian Prasmanan (Buffet )
Buffet merupakan satu tipe dasar pelayanan di ruang makan di mana hidangan secara lengkap dari hidangan pembuka sampai hidangan penutup telah disediakan, ditata, diatur, di atas meja buffet atau meja panjang. Tamu bebas memilih makanan dan mengambilnya sesuai dengan selera, pramusaji ada yang bertugas melayani di belakang meja selama perjamuan berlangsung. Cara penghidangan ini makin populer dalam ruang makan. Dalam cara ini para tamu diperkenankan untuk mengambil dan memilih makanan yang telah diatur di atas meja buffet. Tetapi pada buffet yang mewah para tamuakan disajikan makanan seperti makanan penarik selera atau pun sop dimeja makan mereka seperti pelaksanaan pelayanan pada ruang makan resmi, sebelum mereka pergi ke meja buffet untuk mengambil makanan pokok. Di restoran pada umumnya harga buffet sudah dicantumkan. Dengan membayar sejumlah uang tertentu, setiap tamu bebas mengambil, melayani dari hidangan yang telah tersedia dengan lengkap di atas meja buffet atau meja hidang yang dapat dinikmati dengan sepuas-puasnya. Jadi jumlah uang yang dibayarkan bukan berdasarkan banyak sedikitnya makanan yangd isantap, tetapi jumlah orang yang menyantapnya atau sejumlah tamu yang hadir dalam suatu undangan jamuan makan. Minuman, roti dan mentega dan kadang-kadang makanan penutup(dessert) juga disajikan oleh petugas restoran. Jadi, peralatan yang disiapkan untuk menikmati makanan tersebut tidak ubahnya seperti peralatan yang terdapat pada ruang makan biasa atau table setting. 

Jika pelayanan tidak dilaksanakan, maka meja buffet diatur dan dilengkapi dengan makanan penarik selera (appetizer) sop, makanan pokok, makanan penutup, beserta makanan peneman lainnya termasuk minuman, beserta roti,  mentega dan peralatan yang dipergunakan untuk menikmati makanan tersebut. Pengaturan secara khusus adalah menempatkan piring makan pada barisan pertama, peralatan makan, lap makan, roti dan mentega dan di ikuti dengan makanan yang hendak disuguhkan sesuai dengan kerangka menuyang ingin dipajangkan di atas meja buffet. Tetapi dalam rangka memberikan pelayanan yang lebih cepat sering dijumpai meja buffet khusus untuk makanan penarik selera, meja khusus untuk makanan pokok, meja khusus untuk makanan penutup dan meja khusus untuk minuman. Dalam pelaksanaan cara prasmanan
ini di samping selalu adanya koordinasi antara petugas dapur dan petugas restoran, maka di belakang meja buffet akan selalu ada seorang petugas dapur yang berfungsi:
1. Sebagai tuan rumah yang menerangkan, menyajikan dan membantu pelanggan.
2. Memotong daging serta menyajikannya.
3. Menambah dan melengkapi makanan yang terpajang di atas buffet.
4. Memeriksa peralatan supaya tetap berfungsi baik alat pemanas atau pun alat pendingin.
5. Membersihkan makanan yang jatuh ke lantai supaya tidak menimbulkan kecelakaan (contoh: tamu jatuh karena licin diakibatkan oleh makanan yang jatuh ke lantai).

B.     Menyiapkan Penataan Tempat dan Peralatan Buffet
Buffet merupakan salah satu metode pelayanan makanan yang merupakan modifikasi atau pengembangan dari cara pelayanan makanan dengan melayani sendiri (self service). Modifikasinya adalah dalam pelaksanaan buffet,  makanan disajikan dalam sekelompok meja dengan dekorasi yang menarik, umumnya dekorasi disesuaikan dengan jenis makanan yang disajikan sehingga setiap atau yang memandang di setiap titik meja akan tertarik untuk mendatangi dan akhirnya mencicipi makanan dan minuman yang disajikan tersebut.
Cara ini mengharuskan tamu untuk mengambil sendiri makanan yang diinginkan, dimulai dari mengambil peralatan makan seperti piring, mangkuksup, sendok dan garpu. Peralatan apa yang diambil tergantung jenis makanan yang dipilih. Peralatan makan diletakkan pada meja tertentuberdekatan dengan meja buffet. Akan tetapi ada pelayanan buffet yang tidak memerlukan peralatan makan, yaitu yang disebut dengan finger buffet .Dengan demikian makanan yang disajikan dalam bentuk potongan kecil-kecil sehingga dapat dimakan tanpa menggunakan piring ataupun sendok.Dengan demikian yang dimaksud dengan buffet service adalah tamu melayani diri sendiri dengan mengambil hidangan dari counter (meja) yang sudah ditata dengan baik dan menarik.
Pelayanan buffet pada umumnya disajikan di restoran sebuah hotel atau pada acara khusus, seperti pesta pernikahan, konferensi, rapat, danlain sebagainya. Penyajian buffet di restoran sebuah hotel atau pada acara tertentu tamu membayar hanya dengan satu harga untuk semua jenismakanan yang disajikan. Dalam hal ini tamu diperkenankan bolak-balik kemeja buffet untuk mengambil makanan sepuasnya.
Pengaturan secara khusus adalah menempatkan piring makan pada barisan pertama, peralatan makan, lap makan, roti dan mentega dan di ikuti dengan makanan yang hendak disuguhkan sesuai dengan kerangka menuyang ingin dipajangkan di atas meja buffet. Tetapi dalam rangka memberikan pelayanan yang lebih cepat sering di jumpai meja buffet khusus untuk makanan penarik selera, meja khusus untuk makanan pokok, meja khusus untuk makanan penutup dan meja khusus untuk minuman.
Pada dewasa ini dikenal dengan “standing buffet ” di mana para tamu menikmati makanan secara berdiri, hanya beberapa kursi (loose chair) yang disiapkan terutama untuk yang merasa payah, khususnya tamu-tamu yang tua. Makanan yang disiapkan di atas meja buffet harus lengkap, ditata dan diatur indah, rapi, dan menarik. Perlu juga dicantumkan nama-nama hidangan tersebut, ditulis dengan tulisan yang bagus, rapi dan mudah dibaca. Makanan yang disajikan pun harus bervariasi, baik bahan, fungsi maupuncara memasaknya..
 
Dalam presentasi buffet ini banyak aspek yang memengaruhi kesan tamu keseluruhan, misalnya:
1.  Alam dan keadaan lingkungan di mana buffet itu dilaksanakan.
2.  Tata lampu yang menerangi meja buffet dan makanan.
3.  Penggunaan patung pada meja buffet seperti patung es, patung mentega, atau patung-patung yang lain.
4.  Warna penutup meja yang dipergunakan.
5.  Waktu yang diperlukan oleh seorang tamu untuk mengambil makanan.

Pengaturan meja buffet juga memegang peranan tersendiri. Meja tersebut dapat disusun dalam berbagai bentuk dan ukuran, sehingga suasana buffet dapat dibuat sedikit berubah-ubah. Di bawah ini ditunjukkan beberapa bentuk meja buffet yang pada umumnya dipergunakan, sehingga susunan meja buffet dapat bervariasi. Di bawah ini disajikan contoh-contoh bentuk meja buffet: hidangan tersebut, ditulis dengan tulisan yang bagus, rapi dan mudah dibaca.Makanan yang disajikan pun harus bervariasi, baik bahan, fungsi maupun cara memasaknya.
C.    Bentuk Penataan Buffet
a)      Straight line shape
Yaitu satu meja buffet memanjang dengan hidangan lengkap, mulaidari
appetizer, soup, main course , dandessert 
b)      Scramble system
Yaitu lebih dari satu buffet  disediakan dan letaknya memencar, tiap buffet/stall diisi dengan satu jenis makanan saja.

D.    Menyiapkan dan Menata Makanan dan Minuman untuk Buffet
Penataan meja buffet dari hidangan pembuka sampai hidangan penutup.Untuk masing-masing jenis makanan dapat disiapkan lebih awal, sebelumtamu datang. Untuk menjaga agar makanan tetap panas, maka penyajiannya menggunakan chaving dish (alat pemanas makanan di atas meja buffet yang dilengkapi kompor sterno). Pada saat tamu datang maka bagian dapur tidak perlu sibuk memasak karena semua makanan sudah siap tersaji dengan rapi dan menarik di atas meja buffet. Pada saat ada makanan yang kurang, maka pramusaji dapat menambahkan lagi makanan tersebut. Cara menutup meja makan (table set-up) untuk acara buffet ini banyak kesamaannya dengan cara menutup meja makan pada table service umumnya. Bila alat-alat belum disediakan dan diatur di atas meja makan, seperti halnya pada acara Standing Buffet Service, misalnya maka harus disediakan tempat yang cukup untuk meletakkan peralatan makan, seperti pisau, sendok dan garpu, serbet makan atau paper napkin,mentega, roti, air es serta minuman lainnya, di atas meja buffet. Tipe penyusunan meja buffet pada umumnya sebagai berikut:
1.  Hidangan pembuka, dan hidangan penutup disusun secara terpisah dari meja buffet dengan hidangan utama. Demikian juga meja buffet untuk minuman, seperti: es, teh, kopi, soft drink, dan sebagainya diletakkan dalam meja tersendiri. Dengan demikian pelayanan buffet akan lebih lancar dan terhindar dari kemacetan.
2.  Sebagai tuan rumah bertugas memberikan penjelasan tentang hidanganyang disajikan kepada para tamu yang membutuhkan, membantu paratamu mengambilkan hidangan dan jika diperlukan sampai menyajikan hidangan kepada tamu.
3.  Menjaga agar susunan makanan dalam chaving dish atau platter diatas meja buffet tetap dalam keadaan rapi dalam jumlah yang cukup.
4.  Memeriksa peralatan yang dipergunakan untuk memanaskan dan mendinginkan makanan.
5.  Mengatasi masalah bila ada tamu yang menumpahkan makanan atau dalam keadaan darurat.

        Meja buffet harus diatur dengan baik, dan pilih tema-tema special misalnya: pesta pernikahan, ulang tahun, seminar, loka karya, dan sebagainya. Makanan yang disajikan juga disesuaikan dengan tema tersebut, demikian juga dekorasi dan peralatan yang digunakan juga harus sesuai dengan tema. Bila buffet dilaksanakan untuk promosi suatu produkmaka di atas meja buffet akan lebih baik didekorasi dengan menggunakansymbol atau initial dari perusahaan atau penyelenggara.
 
Hidangan yang disajikan hendaknya diatur sedemikian rupa sehingga tidak nampak berjejal. Susunannya hendaklah menarik dan indah untuk memberikan kemudahan pada tamu mengambil giliran hidangan secara urut.
Pada umumnya susunan hidangan di meja buffet diawali dengan pengaturan alat makan bersih (piring, sendok, garpu, soup cup, dansebagainya), kemudian salad bila ada, sayur-sayuran panas, lauk-pauk dan hidangan lain.
Buffet dapat diselenggarakan secara sederhana, hanya menyajikan beberapa macam hidangan saja. Namun  dapat juga dilaksanakan dengan mewah dan megah (elaborate). Untuk buffet yang mewah hidangan yang disajikan bervariasi, lengkap, mewah, menarik perhatian dan selera makan,ditata secara ahli, teliti dan hati- hati.Buffet yang dilaksanakan sekaligus untuk promosi dan tujuan pemasaran maka hidangan yang disusun harus rapi, menarik dan atraktif sehingga akan mudah terjual. Menu yang disajikan dalam meja buffet bisabervariasi, baik menu-menu Indonesia, menu Eropa, maupun menu-menuOriental (Jepang, Cina, Korea, dan sebagainya). Menu tersebut biasa disajikan secara lengkap mulai dari pembuka sampai hidangan penutup.
Penataan meja buffet harus ditangani secara baik dan cermat agar diperoleh suatu susunan meja yang indah, menyenangkan, praktis, efektif, tidak monoton dan tidak membosankan.
Buffet dapat diselenggarakan secara sederhana, hanya menyajikan beberapa macam hidangan saja. Namun dapat juga dilaksanakan dengan mewah dan megah (elaborate). Untuk buffet yang mewah hidangan yang disajikan bervariasi, lengkap, mewah, menarik perhatian dan selera makan,ditata secara ahli, teliti dan hati-hati. Buffet yang dilaksanakan sekaligus untuk promosi dan tujuan pemasaran maka hidangan yang disusun harus rapi, menarik dan atraktif sehingga akan mudah terjual.
 
Pada prinsipnya penyajian makanan baik untuk buffet atau keperluan lain hendaknya menarik, rapi, bersih sehingga dapat menimbulkan selera makan.

E.     Keuntungan Buffet
Buffet mempunyai beberapa keuntungan ditinjau dari beberapa segi:
1.  Buffet dapat mendaya gunakan bahan-bahan yang tertimbun lama, atau tersisa dari suatu proses. Tetapi perlu dijaga agar jangan sampai makanan di atas meja buffet merupakan sederetan barang-barang sisa saja.
2.  Pekerjaan dapur lebih mudah karena makanan sudah dapat direncanakan dan dikerjakan beberapa hari sebelumnya. Melalui buffet para juru masak dapat mencurahkan imajinasi serta rasa seni dan menambah reputasi hotel. Memudahkan pengaturan dan penyusunan menu. Tenaga kerja diperlukan relatif sedikit.

  F.  Ditinjau dari Sisi Restaurant
1.  Dapat melayani tamu cukup banyak dalam satu kurun waktu yang singkat, dengan mempergunakan pramusaji yang jumlahnya relatif sedikit.
2.  Tamu lebih leluasa memilih, dan mengambil makanan sendiri sesuai dengan selera mereka.
3.  Dapat dipindahkan atau diadakan di restoran untuk menciptakan suasana baru bagi tamu. Menekan food cost dan menambah keuntungan.








G.    Bentuk-Bentuk Meja Buffet





BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Buffet  adalah memiliki sebuah meja penuh dengan piring berisi makanan porsi tetap, pelanggan bebas memilih piring berisi makanan yang mereka inginkan saat mereka berjalan bersama.
biasanya buffet  hanya di gunakan di tempat-tempat besar atau acara-acara besar seperti restaurat hotel dan pernikahan atau araca besar lainnya yang memiliki banyak tamu.



DAFTAR PUSTAKA


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar